8 Adab Adab Sebelum Tidur Sesuai Sunnah Rasulullah

0
210
adab adab sebelum tidur

Adab Adab Sebelum Tidur – Tidur merupakan kebutuhan seluruh manusia bahkan termasuk hewan. Tidur diperuntuk untuk menghilangkan rasa lelah dikarenakan beberapa aktivitas yang padat yang dimulai dipagi hari hingga malam hari tiba. Setelah lelah beraktivitas, tentu tubuh juga membutuhkan waktuk untuk istrahat setelah seharian bekerja salah satunya yaitu dengan tidur, dengan tidur dengan waktu yang teratur maka kita telah memperhatikan kualitas tidur karena hal ini juga berdampak dengan kesehatan utamanya organ dalam tubuh semuanya akan berfungsi dengan baik apabila pola tidur yang baik diperhatikan.

Islam adalah agama yang sangat indah dan sempurna, seluruh aktivitas manusia dari mulai bangun disubuh hari hingga malam tiba semuanya telah diatur didalam islam. Sebagai agama yang sempurna, islam telah mengajarkan adab tidur yang baik dan benar sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam.

BACA JUGA:

Berikut adab adab sebelum tidur sesuai sunnah Rasulullah yang dapat diteladani dalam kehidupan sehari-hari:

1. Tidur Lebih Awal Dan Jangan Begadang

Adab adab sebelum tidur yang pertama yaitu tidur lebih awal setelah sholat isya itu lebih baik dan tidak dianjurkan untuk begadang apalagi juga begadang tersebut bukan merupakan hal yang sangat penting, seperti tadarrus dan menghafal al-qur’an. Tubuh membutuhkan waktu istrahat yang cukup yaitu 7 -8 jam sehari. Selain itu begadang juga dinilai bentuk menyia-nyiakan waktu karena sehingga dapat menyebabkan ibadah yang lain terlewatkan seperti sholat malam dan sholat subuh. sebagaimana diriwayatkan dari sahabat Abu Barzah radhiyallahu anhu :

“Bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam membenci tidur malam sebelum shalat Isya dan berbincang-bincang yang tidak bermanfaat setelahnya.” (HR. Al-Bukhari no. 568 dan Muslim no. 647).

2. Berwudhu Sebelum Tidur

Berwudhu bukan hanya dilakukan ketikan hendak melakukan ibadah seperti sholat dan mengaji, akan tetapi ada baiknya jika sebelum tidur untuk terlebih dahulu berwudhu sebagaimana dalam hadits:

إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوْءَكَ لِلصَّلاَةِ.

“Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu’ terlebih dahulu sebagaimana wudhu’mu untuk melakukan shalat.” [HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710]

BACA JUGA:

Cara Berwudhu Yang Benar
Hal Hal Yang Membatalkan Wudhu

3. Mendahulukan Posisi Tidur diatas Sebelah Kanan

Hendaknya mendahulukan posisi tidur di atas sisi sebelah kanan (rusuk kanan sebagai tumpuan) dan berbantal dengan tangan kanan, tidak mengapa apabila setelahnya berubah posisinya di atas sisi kiri (rusuk kiri sebagai tumpuan). Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

اِضْطَجِعْ عَلَى شَقِّكَ اْلأَيْمَنِ.

“Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” [HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710]

4. Posisi Tidak Telungkup

Tidak dibenarkan telungkup dengan posisi perut sebagai tumpuannya baik ketika tidur malam ataupun tidur siang. Sebagaimana hadits:

إِنَّهَا ضَجْعَةٌ يَبْغَضُهَا اللهُ عَزَّ وَجَلَّ.

“Sesungguhnya (posisi tidur tengkurap) itu adalah posisi tidur yang dimurkai oleh Allah Azza wa Jalla.” (HR. Abu Dawud dengan Sanad yang Shahih)

5. Mengibaskan Tempat Tidur

Adab Adab Sebelum Tidur Sesuai Sunnah Rasulullah ada baiknya apabila sebelum membaringkan tubuh diatas kasur untuk mengibaskan tempat tidur atau membersihkan tempat tidur dari kotoran, debu, dan atau yang lainnya. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam :

“Jika salah seorang di antara kalian akan tidur, hendaklah mengambil potongan kain dan mengibaskan tempat tidurnya dengan kain tersebut sambil mengucapkan, ‘bismillaah,’ karena ia tidak tahu apa yang terjadi sepeninggalnya tadi.” (HR. Al-Bukhari, no. 6320, dan Muslim, no. 2714).

6. Membaca Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255)

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Artinya:

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

BACA JUGA: Tafsir QS. Al-Baqarah: 255

7. Membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, Dan An-Nas

Adab adab sebelum tidur dalam islam sesuai sunnah Rasulullah SAW selanjutnya yaitu Membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, Dan An-Nas kemudian meniupkan ketelapak tangan setelah itu mengusap kedua tangan tersebut ke wajah dan bagian tubuh yang dapat dijangkau. Hal ini dilakukan sebanyak tiga kali. Inilah yang dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana dikatakan oleh istrinya ‘Aisyah.

Dari ‘Aisyah, beliau radhiyallahu ‘anha berkata,

كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا ( قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ) ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ

“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan ’Qul huwallahu ahad’ (surat Al Ikhlash), ’Qul a’udzu birobbil falaq’ (surat Al Falaq) dan ’Qul a’udzu birobbin naas’ (surat An Naas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali.” (HR. Bukhari no. 5017).

8. Membaca Doa Sebelum Tidur

Adab adab sebelum tidur yang terakhir yaitu membaca do’a sebelum tidur “Bismika allahumma amuutu wa ahyaa”. Dari Hudzaifah, ia berkata,

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ قَالَ « بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا » . وَإِذَا اسْتَيْقَظَ مِنْ مَنَامِهِ قَالَ « الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا ، وَإِلَيْهِ النُّشُورُ »

“Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hendak tidur, beliau mengucapkan: ‘Bismika allahumma amuutu wa ahya (Dengan nama-Mu, Ya Allah aku mati dan aku hidup).’ Dan apabila bangun tidur, beliau mengucapkan: “Alhamdulillahilladzii ahyaana ba’da maa amatana wailaihi nusyur (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kembali).” (HR. Bukhari no. 6324).

Semoga Sajian yang kami berikan mengenai adab adab sebelum tidur dapat bermanfaat untuk kita semua utamanya bagi penulis sendiri

Sekian Dan Terima Kasih

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here