10 Adab Menerima Tamu Dalam Islam Serta Memuliakan Tamu

0
59
adab menerima tamu dalam islam

Adab Menerima Tamu Dalam Islam – Islam merupakan agama yang sangat indah, seluruh aktivitas dan keseharian yang baik sudah diatur didalamnya, termasuk bermuamalah antara sesama manusia. Bertamu juga merupakan bentuk silahturahmi kepada sesama saudara, kerabat dan keluarga.

Bersilahturahmi sangat dianjurkan dalam islam untuk mempererat hubungan kekeluargaan salah satunya adalah bertamu. Kita sebagai makhluk sosial sangat membutuhkan antara satu dengan yang lainnya dan kita tidak akan bisa hidup sendiri-sendiri.

Menerima dan memuliakan tamu adalah bentuk silahturahmi antara sesama yang paling efektif. Dalam salah satu hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menegaskan tentang memuliakan tamu

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya ia memuliakan tamunya,” (HR Muslim).

BACA JUGA:

Dibawah ini adab adab menerima tamu dalam islam adalah sebagai berikut:

1. Mengundang Orang-Orang yang Bertaqwa

Dalam mengundang seseorang, hendaknya kita sebagai tuan rumah mengundang orang yang bertaqwa dan baik akhlaknya, tidak dianjurkan untuk mengundang orang yang fajir yaitu orang bermudah-mudahan dalam melakukan dosa

2. Tidak Mengkhususkan Orang yang Diundang

Adab menerima tamu dalam islam yaitu tidak mengkhususkan orang yang diundang, yang dimaksud disini tidak mengkhususkan orang yang diundang adalah hanya untuk orang kaya dan tidak untuk orang yang miskin. Hal tersebut inilah yang dimaksudkan tidak mengkususkan siapa yang diundang.

3. Menyediakan Hidangan

Salah satu bentuk adab menerima tamu dalam islam dengan baik dan menghargai tamu ialah dengan cara menyediakan hidangan semampunya akan tetapi hidangan yang diberikan merupakan sesuatu yang baik dan halal. Sebagaimana yang terkandung didalam al-qur’an surah Yusuf ayat 58-59

وَجَاءَ إِخْوَةُ يُوسُفَ فَدَخَلُوا عَلَيْهِ فَعَرَفَهُمْ وَهُمْ لَهُ مُنْكِرُونَ * وَلَمَّا جَهَّزَهُمْ بِجَهَازِهِمْ قَالَ ائْتُونِي بِأَخٍ لَكُمْ مِنْ أَبِيكُمْ أَلَا تَرَوْنَ أَنِّي أُوفِي الْكَيْلَ وَأَنَا خَيْرُ الْمُنْزِلِينَ

Dan saudara-saudara Yusuf datang (ke Mesir) lalu mereka masuk ke (tempat)nya. Maka dia (Yusuf) mengenali mereka, sedang mereka tidak lagi mengenalinya. (58) Dan ketika dia (Yusuf) menyiapkan bahan makanan untuk mereka, dia berkata, “Bawalah kepadaku saudaramu yang seayah dengan kamu (Bunyamin), tidakkah kamu melihat bahwa aku menyempurnakan takaran dan aku adalah penerima tamu yang terbaik? (59) (Q.S Yusuf: 58-59)

BACA JUGA:

4. Mendekatkan Makanan

adab menerima tamu dalam islam selanjutnya yaitu hendaknya mendekatkankan makanan kepada tamu ketika hidangan telah disajikan dihadapan tamu hal tersebut membuktikan betapa pentingnya mempelajari adab menyambut tamu

5 Tidak bermegah-megahan

Dalam memberikan hidangan kepada tamu tidak dibenarkan memberikan hidangan kepada tamu dengan tujuan untuk memperlihatkan kemegahan dan membangga-banggakan diri dengan memberikan hidangan berkelas dan juga mahal hal ini sangat tidak dianjurkan itulah pentingya mengetahui bagaimana adab menyambut tamu dalam islam

6. Mendahulukan Tamu yang Lebih Tua

Salah satu adab menerima tamu dalam islam yang dianjurkan adalah dengan mendahulukan tamu yang lebih tua daripada yang muda, hal ini sebagaimana dalam hadist Rasulullah Shallalahu ‘alaihi Wasallam

مْ يَرْحَمْ صَغِيْرَنَا وَيُجِلَّ كَبِيْرَنَا فَلَيْسَ مِنَّا

“Barang siapa yang tidak mengasihi yang lebih kecil dari kami serta tidak menghormati yang lebih tua dari kami bukanlah golongan kami.”
(HR Bukhari dalam kitab Adabul Mufrad). Hadits ini menunjukkan perintah untuk menghormati orang yang lebih tua.

7. Mengajak Bercerita atau berbincang-bincang

Salah satu adab menerima tamu dalam islam adalah dengan mengajaknya bercerita atau berbincang-bincang kemudian menampakkan wajah yang ceria dengan pembahasan yang menyenangkan yang membuat tamu kita senang dan bahagia saat berada di rumah kita.

8. Menyambut Dengan Kebahagiaan

Sebagai seorang tuan rumah, sepantasnya dalam menyambut tamu dengan wajah yang riang gembira serta senyuman yang berseri, tidak dibenarkan menampakan wajah yang cermberut, marah dan sebagainya

9. Masa Penjamuan Tamu

Adapun masa penjamuan tamu adalah sebagaimana dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

الضِّيَافَةُ ثَلاَثَةُ أَيَّامٍ وَجَائِزَتُهُ يَوْمٌ وَلَيَْلَةٌ وَلاَ يَحِلُّ لِرَجُلٍ مُسْلِمٍ أَنْ يُقيْمَ عِنْدَ أَخِيْهِ حَتَّى يُؤْثِمَهُ قاَلُوْا يَارَسُوْلَ اللهِ وَكَيْفَ يُؤْثِمَهُ؟ قَالَ :يُقِيْمُ عِنْدَهُ وَلاَ شَيْئَ لَهُ يقْرِيْهِ بِهِ

“Menjamu tamu adalah tiga hari, adapun memuliakannya sehari semalam dan tidak halal bagi seorang muslim tinggal pada tempat saudaranya sehingga ia menyakitinya.” Para sahabat berkata: “Ya Rasulullah, bagaimana menyakitinya?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Sang tamu tinggal bersamanya sedangkan ia tidak mempunyai apa-apa untuk menjamu tamunya.”

10. Mengantar Tamu Sampai Depan Rumah

Ketika tamu sudah hendak pulang, hendaknya kita mengantarkannya hingga kedepan rumah dengan suasana yang baik dan tetap memberikan kesaan yang baik tanpa menimbulkan perasaan yang menyinggung tamu tersebut.

Demikian adab menerima tamu dalam islam yang kami bagikan, semoga apa yang kami paparkan diatas dapat memberikan manfaat bagi kita semua terutama bagi pembaca dan penulis sendiri.

Sekian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here