3 Macam Macam Najis Dan Cara Mensucikannya

0
133
macam macam najis

Macam Macam Najis – kebersihan adalah sebagian dari pada iman. Islam adalah agama yang amat mencermati kebersihan . Dari Abi Malik Al-Asy’ari, katanya, Rasulullah saw. bersabda, “Kesucian itu bersebelahan dengan ketaqwaan, Alhamdulillah timbangannya, Subhanallah walhamdulillah memenuhi ruang antara langit dan bumi, shalat adalah cahaya, sedekah adalah bukti nyata, kesabaran adalah cahaya, Al-Qur’an adalah hujjah (yang membela dan kutukan). Murni dari najis merupakan salah satu syarat sahnya ibadah dalam Islam , khususnya shalat.

Dari Abil Malih dari ayahnya, katanya, Nabi saw. bersabda, “Allah tidak akan menerima shalat tanpa bersuci. Dan Allah tidak akan menerima sedekah dan korupsi.” (Hadits An-Nasa’i). Islam sendiri membagi beberapa macam macam najis ke dalam kelompok-kelompok tertentu.

Berikut penjelasan singkat tentang 3 macam macam najis dalam Islam dan cara membersihkannya yang perlu diketahui:

macam macam najis

1. Najis Mukhaffafah

Najis Mukhaffafah atau najis ringan adalah murni yang berasal dari urine dari seorang bayi laki-laki yang belum makan apa-apa atau masih menyusui. Cara mensucikan najis ini cukup mudah yaitu hanya dengan memercikkan air tanpa mencucinya dengan banyak air. Namun, hal ini hanya berlaku pada air seni anak laki-laki, karena air kencing anak perempuan tetap harus dicuci untuk menghilangkan najisnya.

Dari Abu Samh Malik radhiallahu’anhu, dia berkata,

“Air kencing perempuan dibasuh, sedangkan kencing laki-laki disiram.” (Hadis Abu Daud 377, An-Nasa’i 303, yang disyahkan oleh Al Albani dalam Shahih An-Nasa’i )

2. Najis Mutawassithah

Najis Mutawassithah atau najis sedang adalah segala macam najis yang keluar dari anus atau alat kelamin manusia atau hewan. Yang dimaksud disini adalah air seni, feses, madzi atau mani, susu dari hewan haram dan lain-lain. Cara membersihkan najis media ini adalah dengan mencuci atau membilasnya.

“(Suatu hari) seorang Badui buang air kecil di masjid. Kemudian beberapa orang (yang merupakan sahabat) berdiri. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Biarkan dan jangan berhenti (kencing).” Setelah orang Badui itu selesai buang air kecil, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian meminta seember air, lalu dia menyiram air kencingnya.” (Hadits Muslim no. 284)

“Saya termasuk orang yang sering keluar madzi. Namun, saya malu menanyakan hal ini kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam karena posisi putrinya (Fatimah) di samping saya. Kemudian aku memerintahkan Al Miqdad bin Al Aswad untuk bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian beliau memberikan jawaban kepada Al Miqdad, “Suruh dia membasuh kemaluannya kemudian menyuruhnya berwudhu ”.

Jika wadi yang keluar banyak, maka orang tersebut harus membasuhnya dengan mandi agar bersih dan dapat melaksanakan shalat kembali.

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’ anhuma berkata,

“Mengenai mani, madzi dan wadi; ada juga mani, maka wajib mandi. Sementara itu, wadi dan madzi, Ibnu ‘Abbas berkata, “Basuhlah kemaluanmu, lalu wudhu ‘ sebagai wudhumu untuk shalat.”

Sama halnya dengan darah haid.

Dari Asma’ binti Bakr, berkata, “Seorang wanita pernah datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian berkata,

“Di antara kita ada pakaian yang terkena darah haid. Apa yang harus kita lakukan?”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

“Gosok dan gosok pakaian dengan air, lalu siram. Kemudian berdoalah dengannya.”

3. Najis Mughallazhah

Najis jenis ini merupakan najis berat yang cara membersihkannya harus dengan cara tertentu. Yang tergolong najis berat adalah jilat, kotoran, dan darah babi dan anjing.

Dari Abu Hurairah, ia mengatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Cara mensucikan bejana salah seorang di antara kamu jika dijilat anjing adalah dengan dibasuh tujuh kali dan mula-mula dengan tanah.”

Demikian pembahasan kami mengenai macam macam najis dalam islam dan cara membersihkannya yang perlu diketahui. Itu saja untuk artikel singkat ini. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita tentang cara mengatasi najis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here