Makna Toleransi Antar Umat Beragama Dalam Perspektif Islam

0
89
makna toleransi

Makna Toleransi – Toleransi dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya merupakan salah satu ajaran Islam yang fundamental. Ini juga sama pentingnya dengan aspek-aspek lain dalam agama ini.

Untuk memahami makna toleransi dalam perspektif Islam, Anda harus memahami apa arti toleransi secara umum. Secara garis besar, toleransi berarti Anda harus memiliki kesediaan untuk mengakui bahwa sesuatu, kepercayaan, atau pendapat mungkin ada, meskipun Anda mungkin tidak setuju dengan keberadaannya.

Dalam Islam, toleransi tersirat dalam banyak ayat Al-Qur’an. Islam sebagai rahmatan lil ‘ alamin mengajarkan kita tidak hanya toleransi antar umat beragama, tetapi juga toleransi antar sesama makhluk Allah. Perbedaan dalam hidup adalah keniscayaan karena Allah SWT, dalam rahmat-Nya, menciptakan berbagai hal yang tak terhitung jumlahnya. Pernyataan ini secara sempurna terekam dalam Surah An Nahl ayat 13.

Nabi Muhammad SAW berulang kali berpesan kepada umatnya untuk selalu bersikap toleran. Kembali ketika Islam masih awal, kehidupan Nabi Muhammad memberikan contoh yang sangat baik tentang bagaimana Islam sangat menghargai toleransi. Dalam salah satu hadis Bukhari, Nabi Muhammad dan para sahabat sedang duduk di suatu tempat di Madinah, kemudian ada prosesi pemakaman Yahudi yang lewat di depan mereka. Nabi segera berdiri untuk menghormati almarhum meskipun setelah temannya mengatakan kepadanya bahwa itu bukan pemakaman Muslim.

Namun saat ini, banyak umat Islam yang perlahan melupakan ajaran ini. Ekstremisme dan terorisme Islam dapat ditelusuri kembali ke fakta bahwa orang-orang itu mengabaikan perintah Allah dan teladan Nabi. Mereka tidak bisa menerima bahwa di luar sana ada orang yang berbeda pendapat dengan mereka, padahal Islam itu toleransi. Orang-orang yang disesatkan itu jelas salah.

Misalnya, Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), salah satu teroris paling brutal di dunia, mereka tidak menghargai jiwa manusia yang memiliki pendapat dan keyakinan yang berbeda dari mereka. Versi Islam mereka dipelintir dan jelas terlihat kesalahan mereka ketika kita melihat kembali cerita tentang Nabi Muhammad dan pemakaman Yahudi sebelumnya.

Terlebih lagi, ketika Nabi Muhammad menyatukan jazirah Arab, ada banyak orang Kristen dan Yahudi yang tinggal di sana. Namun nabi tidak memaksa mereka untuk pindah agama atau membatasi kebebasan mereka. Non-Muslim di bawah pemerintahan nabi mampu hidup berdampingan secara damai tanpa takut hidup mereka meskipun posisi mereka sebagai minoritas.

Apalagi salah satu paman Nabi Muhammad SAW adalah non-Muslim. Abu Thalib yang merupakan paman tercinta Nabi Muhammad tidak mau memeluk Islam. Abu Thalib, sebelum meninggal, selalu melindungi Nabi kita dari orang-orang kafir Quraisy lainnya. Nabi Muhammad selalu meminta pamannya dengan lembut untuk menerima Islam tetapi Nabi tidak pernah menggunakan kekerasan terhadap paman tercintanya. Ketika Abu Thalib meninggal, Nabi Muhammad sangat sedih karena pamannya tidak mengucapkan syahadat, dan dia selalu berdoa agar Allah SWT meringankan hukuman pamannya di akhirat.

Ini Dasar Makna Toleransi dalam Al-Qur’an sebagai berikut:

makna toleransi

Ada banyak Firman Allah dalam Al-Qur’an yang mendorong semua Muslim untuk mempraktikkan makna toleransi, misalnya:

Dalam surah Yunus ayat 41, disebutkan bahwa ketika seorang Muslim diremehkan atau dicela, ia menasehati kita untuk tidak marah , dan memberitahu mereka yang menentang kita untuk mengurus urusan kita sendiri.

Dalam surah Al Kahfi ayat 29, Allah SWT berfirman kepada orang-orang beriman-Nya bahwa kita tidak bisa memaksa orang untuk mempercayai apa yang kita yakini. Sudah tentu kewajiban setiap muslim untuk mengajak orang masuk Islam, tetapi ayat ini menyatakan bahwa kita tidak boleh melakukannya dengan paksa.

Dalam surah Al Mumtahanah ayat 8, Allah secara tegas berfirman bahwa boleh saja bersekutu dengan orang yang berbeda agama. Ayat ini menyiratkan bahwa umat Islam diperbolehkan berinteraksi dengan non Muslim dalam berbagai aspek kehidupan, seperti perdagangan misalnya.

Dalam surah Al Baqarah ayat 256 dikatakan bahwa kita harus mengajak orang ke Islam tetapi kita harus melakukannya dengan cara yang lembut dan baik , dan menggunakan bahasa lembut yang penuh dengan nasihat agar orang dapat memeluk Islam atas kehendak mereka sendiri.

Dalam surah Al Kafirun ayat 6, Allah SWT berfirman bahwa ketika orang-orang yang berbeda keyakinan memutuskan untuk tidak memeluk Islam setelah kita undang, maka kita harus membiarkan mereka. Dan ketika kita diminta untuk mengikuti agama mereka maka kita benci untuk menolak dengan hormat.
Bagimu agamamu, bagiku agamaku.

Arti atau makna toleransi dalam Islam

Makna Toleransi dalam perspektif Islam hadir dalam berbagai bentuk. Hal ini karena Islam tidak hanya mengajarkan umatnya yang diberkahi tentang agama, tetapi juga hubungan antara manusia dan semua ciptaan Allah. Berikut adalah Enam Makna Toleransi Dalam Perspektif Islam:

Toleransi ketika mengajak non-Muslim masuk Islam . Agama ini tidak mengajarkan pemeluknya untuk membenci orang yang berbeda keyakinan. Semua Muslim berkewajiban untuk mengajak orang lain masuk Islam tetapi tidak menggunakan kekerasan. Jika mereka menolak, maka kita harus menghormati mereka.

Toleransi ketika diajak oleh non-Muslim untuk bergabung dengan agamanya . Ketika kita diminta untuk mencela Islam, kita diajarkan untuk tidak menggunakan amarah saat menolaknya.

Toleransi dengan umat Islam lain yang memiliki cara beribadah yang berbeda . Ada berbagai Ulama dan Imam Islam yang memiliki pendapat tentang bagaimana kita harus berdoa, namun kita tidak boleh mudah menilai orang lain bahwa cara mereka berdoa salah karena itu adalah hak prerogatif Allah untuk menilai doa kita. Nabi Muhammad juga melakukan shalat secara berbeda dari waktu ke waktu tergantung pada situasinya, atau para sahabatnya mungkin telah melihat Nabi melakukan shalat dengan cara yang berbeda, dan metode tersebut semuanya benar karena berasal dari Nabi sendiri.

Toleransi ketika salah satu keluarga memiliki keyakinan yang berbeda . Bagaimana Nabi Muhammad memperlakukan Abu Thalib bisa menjadi contoh yang sangat baik tentang bagaimana memperlakukan anggota keluarga Anda jika mereka bukan Muslim.
Menjadi seorang Muslim yang toleran bukan berarti harus berpikir bahwa semua agama itu sama . Sama seperti definisi toleransi itu sendiri, Anda mungkin mengakui bahwa orang lain memiliki agama yang berbeda, tetapi itu tidak berarti Anda setuju dengan agama mereka.

Anda harus toleran terhadap orang lain yang memiliki sifat dan pemikiran yang berbeda . Allah SWT menciptakan manusia dalam berbagai warna kulit, jenis kelamin, dan bentuk. Allah tidak hanya menciptakan satu hal, tetapi banyak hal dalam variasi yang tak terhitung jumlahnya. Kita harus selalu menghormati ciptaan Pencipta kita.

Cobalah untuk meminta pengertian pihak lain, jika Anda bertanya dengan hormat maka Anda mungkin mengerti mengapa mereka memiliki pandangan yang berbeda tentang suatu hal. Sangat mudah untuk menjelek-jelekkan sesuatu yang tidak Anda mengerti, jadi Anda harus mencoba untuk mengenal mereka.
Usahakan untuk selalu tenang saat terjadi konflik. Selalu gunakan dialog yang lembut dan jaga agar kepala Anda tetap dingin. Intoleransi dapat menyebabkan kebencian dan dapat menyebabkan kehancuran, jadi Anda harus menghadapinya bukan dengan kekerasan tetapi dengan dialog .
Lakukan lebih banyak penelitian. Intoleransi terjadi ketika Anda berpikir bahwa Andalah satu-satunya yang benar. Memperluas wawasan Anda akan membuka lebih banyak pengetahuan dan Anda mungkin menemukan perbedaan itu indah.

Demikian pembahasan mengenai makna toleransi dalam Perspektif Islam harus dipahami oleh semua orang, Muslim atau Non-Muslim. Islam selalu mengajarkan umatnya untuk tidak pernah menyebarkan kebencian meskipun ada perbedaan. Toleransi adalah salah satu esensi Islam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here